Jumat, 18 Maret 2011

Orang Bijak Taat Pajak... -5DayMisi#21-


18 Maret 2011


Bismillahirrahmannirrahim...


Saya adalah salah satu orang yang paling males berurusan sama yang namanya birokrasi, apalagi birokrasi yang berkaitan dengan kantor-kantor pemerintahan. Tanpa bermaksud menjelekan satu instansi tapi pengalaman saya di kantor pemerintahan ngga pernah nyaman, bisa jadi karena sebelumnya saya sudah bernegatif thinking atau memang kondisi real-nya kayak gitu. Karena setiap ngurus KTP, SIM, Passport dan sejenisnya saya belum menemukan pengalaman yang menyenangkan. Kesan yang saya tangkap adalah segala sesuatu dibuat ngga praktis dan berbelit-belit, terkadang mereka yang "berantakan" tapi kita yang jadi korban, ngga ada "customer care" sama sekali karena mereka memang tidak terdidik butuh customer. Tapi kita memang tidak bisa menghindari urusan-urusan kayak gitu, jadi meskipun males saya ngga bisa anti..

Memasuki hari kelima dalam Misi#21 saya memutuskan untuk mengurus laporan pajak sendiri ke kantor pajak. Ini adalah tahun ke empat saya harus memberikan laporan pajak dan penghasilan berkaitan dengan NPWP yang sudah saya dapat. Dua tahun yang lalu saya sempat datang ke kantor pajak, tapi karena kondisi sangat crowded dan ngga bersahabat 10 menit disana saya memutuskan pulang, dan urusan laporan saya kirim lewat pos seperti tahun sebelum dan saya lakukan terus hingga tahun kemarin. Lapor wajib pajak untuk 2010 diberi waktu hingga 31 Maret 2011 ini, jadi masih ada waktu yang cukup kalau ternyata kondisi tidak sesuai harapan. Tanggal 17 Maret 2011 kemarin saya bertekad sepenuh hati untuk mengurus hingga selesai di kantor pajak, mengingat di kantor baru saya ngga punya tempat bertanya masalah lapor pajak ini. Dengan berbekal sedikit informasi dari seorang teman, saya pun pergi naik motor ke kantor pajak Bekasi Utara yang terletak di Jl. Sersan Aswan No. 407. Agak muter-muter untuk sampai kantor Pajak tersebut karena saya  lupa lokasinya dan ngga terlalu hapal jalan di wilayah bekasi kota. Setelah bertanya 3 kali akhirnya saya sampai di tempat tujuan.

Saat masuk pertama kali, kesan yang saya tangkap adalah kondisi jauuuuhh berbeda denngan kondisi 2 tahun yang lalu, cukup ramai tapi belum ngalahin ramainya pasar. tidak ada tenda dan bangku-bangku diluar gedung. Tahun 2009 saat saya datang dulu kondisinya mirip acara bazaar yang dihadiri artis sebagai bintang tamu. Parkir motor dan mobil tampak masih wajar, saya masuk dan bertanya pada seorang bapak yang usianya kurang lebih 45 tahun dengan menunjukkan surat bukti pemotongan pajak dari kantor, dan saya diminta masuk ke dalam untuk mengambil formulir. Setelah masuk, yang memberikan formulir adalah anak-anak SMK yang tengah magang disana, saya mendapatkan formulir, buku petunjuk pengisian dan beberapa kertas himbauan mengenai pajak. Setelah mendapat tempat yang enak buat mengisi, saya coba baca buku pentunjuk, tapi sumpah deh.. kalau saya pake itu buku bisa-bisa sampai besok belum selesai, buat saya sama sekali ngga jelas..buku petunjuk seperti ditujukan untuk mereka yang mengerti. Akhirnya setelah 15 menit mencoba sendiri saya telp teman yang sudah berpengalaman sebelumnya dan disarankan untuk ke counter bantuan atau help desk yang terletak di sebelah kiri dari pintu masuk. Saya pun akhirnya mencari dan ketemu, antri 3 orang dan saya pun di handle oleh pemuda berkacamata yang cukup ramah.. tapi sayang bukan tipe saya...dia ngga pake name tag dan saya malu nanya nama dia, takut dikira naksir *dilema wanita single* heheheh

Ternyata.. (berdasarkan petunjuk dari pemuda berkaca mata itu)  untuk yang mengisi form 1770 S yaitu pajak pribadi yang sumber penghasilannya dari 1 pemberi kerja atau lebih dan tanpa penghasilan dari luar negeri sebaiknya di mulai dari halaman paling belakang (ada 3 halaman). Di halaman itu kita menuliskan harta yang kita punya, statusnya kredit atau bukan, terus harga taksiran, kita juga harus menuliskan utang-utang yang kita miliki selengkap mungkin karena hutang itu akan mengurangi pajak. Dihalaman tengahnya kita tuliskan jenis-jenih hadiah, warisan yang kita terima di tahun 2010, dan halaman pertama baru kita nyalin penghasilan dan jumlah pajak yang kita ambil. Kalau pajak kita kelebihan karena utang kita banyak, lebihnya bisa kita ambil atau kita simpan untuk pajak tahun berikutnya. Ngga terlalu lama dan susah sebenarnya, seandainya buku yang diberikan jelas dan disertai gambar mungkin akan lebih mudah memahaminya. Kalau temen-temen rajin bisa baca di http://www.pajak.go.id/

Selesai mengisi formulir, saya diminta fotokopi form dan surat bukti pemotongan pajak untuk arsip pribadi, kemudian mengambil nomor antrian untuk penyerahan. Saat mengambil nomor saya mendapat nomor 177 dan saat itu panggilan untuk 165, menunggu sekitar 15 menit dan akhirnya formulir beserta fotocopy surat bukti potongan diserahkan, namun sayangnya saat saya diterima di counter penyerahan orang yang menangani saya sambil terima telepon jadi tidak ada pembicaraan..hanya gerak kepala dan senyuman yang ada..kalau mau tersinggung sebenarnya saya ngga suka diperlakukan gitu..tapi ya mau protes juga buat apa, toh mungkin memang ngga ada kepentingan apa-apa untuk dia selain nerima lembaran kertas.. saya cuma berdoa semoga kelakukan pegawai-pegawai pajak ngga kayak Gayus Tambunan deh.. :p

Kurang lebih 1.5 jam saya disana, dari mulai datang, ambil formulir, baca buku petunjuk, kebingungan, ke meja kosultasi, antri untuk penyerahan sampai penyerahan yang hanya memakan waktu 3 menit. Jauh lebih bersahabat dan jauh lebih nyaman. Tanpa berpikir lebih jauh nasib pajak-pajak yang telah dibayarkan saya cuma bisa tersenyum lega karena salah satu kewajiban saya sebagai warga negara telah terpenuhi.. :) eh iya saya lupa buat potrat-potret disana, soalnya memang ngga ada yang menarik buat dipotret, gedung perkantoran tua yang sangat biasa dan standard.. begitu juga mahluk-mahluk didalamnya.. mungkin kalau saya tinggal di wilayah jakarta selatan atau pondok indah ada probabilitas ketemu artis dikantor pajak tapi di bekasi utara artisnya ya saya sendiri... :p

Eh iya sekedar sharing, setelah menjalani Misi#21 ini saya jadi rajin mengamati lingkungan sekitar dan saya berani melakukan hal-hal yang dulu saya ragu untuk melakukannya.. contohnya pas malam hari saya tiba-tiba pengen makan bakso pinggir jalan di casablanca yang selalu rame dan beberapa kali berniat berenti mencoba tapi ngga jadi, dan kemarin malam saya berani tuh berenti sendiri dan makan sendiri (kebetulan emang laper banget juga). Baksonya enak, 10 ribu 1 mangkok dan bener2 bikin kenyang, cuma yang nyebelin tempat ini menambah kemacetan jalur pulang saya, tapi kemarin pas saya pulang ngga tau kenapa ngga terlalu macet..


ya segitu dulu ya, besok lanjut lagi untuk hari ke 6 Misi#21..:)

Kamis, 17 Maret 2011

Pendidikan Anak Usia Dini -4DayMisi#21-

17 Maret 2011


Bismillahirrahmanirrahim...


PAUD atau singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini adalah kata yang baru pertengahan tahun lalu saya mengerti, istilah yang lebih familiar sebelumnya adalah Play Group. Saya adalah salah seorang pecinta dunia anak, seneng anak kecil meskipun belum sampe ke hal-hal yang ribet, tapi pada dasarnya saya suka. Waktu kecil sempat bercita-cita jadi guru TK, saat duduk di bangku SMA bercita-cita punya TK dan jadi kepala sekolahnya :)

Di hari keempat pada Misi#21 saya berkeinginan untuk mengunjungi PAUD tempat keponakan saya Rafa (4 tahun) belajar, Rafa sekolah disalah satu PAUD yang katanya menumbuhkan minat baca anak biMBA AIUEO namanya. Letaknya kurang lebih 2 KM dari rumah. Kebetulan kemarin saya bisa ijin datang siang di tempat kerja, karena sekolah di PAUD hanya memakan waktu 1 jam dan 3 kali 1 minggu. Tempatnya di komplek perumahan, kalau saya lihat itu memang tempat tinggal yang dijadikan "sekolah kecil-kecilan". ada kolam ikan yang sering diceritakan oleh Rafa. Rafa terlihat senang saya temani tapi ia memang lagi agak sedih karena sedang ditinggal ayahnya ke Solo untuk beberapa hari.

Waktu pertama masuk lagu yang sempat saya dengar adalah:

"jari jempol dan telunjuk, 
jari tengah yang panjang
jari manis untuk cicin
jari kelingking ku sayang

ku berhitung 1 2 3 4 dan 5
lipat tangan 
tutup mata 
mari kita berdoa
doa sebelum belajar.. " 
(mereka baca doa tapi saya ngga nangkep jelas kata-katanya)

Pintu ditutup, orang tua yang anaknya sudah mandiri harus menunggu di luar. Sayang saya ngga bisa lihat atau mendengar kegiatan selanjutnya, sempat berusaha mengintip lewat jendela tapi ngga bisa... :( Kira-kira 20 menit Rafa keluar, dia menunjukkan hasil kerjanya yaitu mewarnai, saya puji kehebatannya, tapi ngga lama kemudian Ibu Guru-nya memanggil dan Rafa berlari masuk. Di luar saya sempat berinteraksi dengan beberapa anak yang masuk lebih pagi, namun mereka belum pulang karena masih menungggu jemputan, ada juga anak 6 bulan yang bersama pengasuhnya sedang menunggu kakaknya yang belajar. Saya amati sekeliling, begitu banyak gambar dan warna, tapi memang tidak ada tempat bermain, mungkin itu bedanya PAUD dengan TK.

Tidak berapa lama keluar Kepala Unit atau mungkin bisa disebut kepala sekolah, saya memperkenalkan diri sebagai tante-nya Rafa dan kita ngobrol basa-basi sebentar, sebenernya saya mau tanya mengenai seluk beluk PAUD tapi dia sedang buru-buru karena ditungggu oleh orang disuatu tempat.. ya sudahlah..

Sesaat sebelum pulang, pintu dibuka dan terdengar lagu yang dinyanyikan:

"hari sudah siang.. ibu guru 
pulang bermain karena waktu
selamat siang .. selamat siang
esok kami kan datang

mari kawan-kawan
marilah pulang
salam ibu.. selamat siang
esok kami kan datang kembali
bersama-sama bermain di biMBA
biMBA A I U E O
(semua anak teriak dibagian akhir)



Kalau dilihat dari luas tempat dan lokasi,  halaman depan rumah saya seharusnya bisa  loh dijadikan PAUD atau semacamnya, bahkan mungkin dilengkapi dengan beberapa mainan anak-anak yang layak. Jadi kepikiran untuk mewujudkan mimpi semasa SMA.. Sepertinya menyenangkan ya kalau rumah kita bisa membawa keceriaan ke anak-anak. Saya percaya kalau anak-anak yang tumbuh dengan rasa bahagia pasti akan baik untuk perkembangan jiwanya. Masa kecil saya indah dan bahagia.. dan sepertinya saya harus dapat berbagi kebahagiaan dengan banyak orang dan dengan banyak cara. Entah kenapa saya jadi ingin mencari tau lebih banyak tentang dunia anak.. mungkin karena di usia saya seharusya memang sudah ngurus anak kali ya.. :p

*mimpilah setinggi-tingginya, selama masih gratis... :)) -pesen ka mumu-








Rabu, 16 Maret 2011

Kangen Kampung... -3DayMisi#21-


 16 Maret 2011


Bismillahirrahmannirrahim...


Tanggal 15 Maret 2011 kemarin adalah hari ketiga untuk program Misi#21, jangan ketipu judul ya, yang saya lakukan bukan tiba-tiba pulang kampung.. Hal baru yang saya lakukan adalah mengunjungi tempat yang bernama Kangen Kampung. Kangen Kampung adalah tempat makan pinggir jalan yang selalu saya lewati bila pulang kantor lewat jalan Casablanca, letaknya dipinggir jalan besar, dijalan Malaka IV. Kalau saya lewat sabtu-minggu tempatnya cukup rame dan berkali-kali saat berniat untuk mampir sekedar mencicipi menu yang ada, tapi sebelumnya ngga pernah terealisasikan, maka saya kira cukup tepat jika makan di kangen kampung ini masuk dalam Misi#21 yang sedang saya jalani.

Tempatnya cukup bersih, parkirnya terbatas. kapasitas sekitar 40 orang, ada pilihan duduk dikursi dan lesehan. Sedikit bising dengan suara kendaraan yang lewat. Harga makanan terpampang cukup besar di bagian depan, dan saya lihat harganya juga dalam kategori wajar. Saat saya datang ada 7 orang pengunjung, 4 terdiri dari kelompok ibu-ibu, 2 orang tampak seperti pasangan dan 1 orang Bapak dalam ruang lesehan. Saya datang sendiri dan memilih tempat duduk dikursi. Dari menu yang tersedia saya memutuskan untuk mencoba menu yang tidak biasa, jadi saya pilih Dawet Hitam (belum pernah) dan Rujak Cingur (pernah makan sekitar 19 tahun yang lalu). Biasanya saya jarang minum manis-manis saat makan besar tapi kali ini saya melakukan hal yang berbeda dari biasa.


Tidak terlalu lama menunggu, pesanan saya pun datang. yang saya coba pertama kali adalah dawet hitam. Penyajian dalam mangkok, dan seperti cendol pada umumnya.. saat dimakan tekstur cendol terasa lebih lembut tapi saya tidak menemukan sesuatu yang istimewa, santan dikasih gula merah diberi makanan yang terbuat dari sagu namun berwarna hitam..that's it..! Untuk rujak cingur, ternyata saya ngga terlalu cocok sama makanan itu, rasanya jauh berbeda dengan yang saya pernah makan di Surabaya 19 tahun yang lalu., cenderung anyep dan saya merasa agak sedikit pahit.  Akhirnya saya panggil pelayannya dan sama minta direkomendasikan makanan yang paling favorite di tempat itu. Keliatan agak sedikit bingung, tapi akhirnya dia bilang bahwa yang paling banyak dipesan adalah kupat tahu seharga Rp.8000,-.  Akhirnya saya pesan makanan itu, pelayan tersebut sempat bingung "dibungkus bu?" dia heran kali, dengan makanan yang masih tersedia di meja saja "ngga mba, makan disini aja"  jawab saya cuek, dia diam sejenak mungkin dalam hatinya dia bilang "no wonder yeee badan lo segede gitu..." hehehehehe...

Ngga lama datanglah kupat tahu yang saya pesan... ternyata berbeda dari yang saya bayangkan. Saya dari keturunan sunda jadi kupat tahu yang saya bayangkan adalah ketupat + tahu dengan bumbu saus kacang, dan kerupuk karena di Bandung ataupun Tasikmalaya kalau saya makan kupat tahu seperti itu. Saya tanyakan pelayannya "Mas, ini kupat tahu khas mana ya?" "Jawa Tengah bu.." saya amati sebentar..tahu, ketupat, toge, bawang goreng, kerupuk dan berkuah warna coklat bening. Sewaktu saya coba rasa kuahnya: manis.. dan sepertinya ngga masuk juga dengan selera saya juga.. akhirnya saya makan isinya tapi tanpa kuahnya.. ya masih bisa masuk mulut deh dibanding rujak cingur-nya.. Oh iya Sewaktu saya makan saya liat memang beberapa orang pesen kupat tahu.. jadi mungkin saran pelayannya ngga salah tapi lidah saya yang beda. Sebelum pulang saya memesan Mie Jowo Goreng tapi kali ini dibungkus karena perut saya udah ngga berselera, saya penasaran aja sebenernya, biar nanti dimakan keponakan dirumah dan saya bisa mencicipi sedikit.

Penasaran saya terjawab sudah, agak heran kenapa tempatnya sering terlihat rame.. tapi bisa jadi   memang makanannya ngga sesuai dengan selera saya aja sebenernya... Mie Jawa Goreng yang saya bawa rasanya standard jadi mungkin kalau ada yang berniat kesana pesennya Mie Jawa atau Nasi Goreng aja, karena setidaknya akan dapat rasa standard... kalau minum silakan coba yang lain selain dawet hitam.. dan kasih tau saya enak apa ngga.. :)





Waktu disana saya sempet potret-potret dan mencatat beberapa hal, sewaktu bayar pelayannya tanya "mba wartawan ya?" sambil senyum saya jawab "sekarang bukan mba, tapi besok sih bisa jadi iya.." Gara-gara pertanyaan itu saya jadi mikir, asik juga kali yang kalau saya jadi wartawan yang mengisi artikel kuliner.. hobi makan dan menulis akan tersalur dengan baik.. tapi ngga kebayang ukuran saya akan segede apa.. sekarang aja udah XXL, jadi wartawan kuliner bisa XXXXLLLLL kali ya...

That is my third day on Misi#21, tungguin ya cerita hari ke-empat :) 
*gaya lo ndah.. kayak ada yang baca ajah... :p

Senin, 14 Maret 2011

Finally.. I Have a Blog! -2DayMisi#21-

Selasa 15 Maret 2011


Bismillaahirahmannirahim..

Masih dalam rangka melaksanakan Misi#21, sesuai seminar dengan Rene Suhardono, salah satu yang saya pikirkan masuk dalam list-nya adalah membuat blog. Beberapa kali saya terpikir untuk membuat blog tapi selalu saya mentahkan sendiri, karena saya ngga yakin akan konsisten mengisi blog yang saya punya, dan selama ini hobby menulis saya sudah cukup terpenuhi dengan adanya menu "Note" dalam Facebook. Saya juga ngga terlalu PD buat "mempublikasikan tulisan saya, banyak tulisan yang akhirnya memang saya simpan sendiri. Tapi salah satu "aturan" dalam Misi#21 adalah menuliskan setiap kegiatan baru ke dalam social media, boleh FB, Twitter, Blog atau media lainnya. Sehingga saya pikir kayaknya pas juga kalo blog mulai saya buat, setidaknya di 21 hari pertama akan ada tulisan mengenai hal baru yang saya lakukan. Masalah ngga PD dibaca orang ngga akan jadi masalah.. toh ngga ada yang baca juga..

Saya dulu pernah punya blog, tapi dibuatkan oleh temen saya (lebih tepatnya mantan pacar ;)) tapi ngga pernah saya pake juga, saya juga lupa namanya apa atau pakai e-mail apa dan seingat saya yang posting di blog saya itu ya mantan saya itu, jadi kesimpulannya buat blog sendiri dan posting sendiri memang benar-benar baru untuk saya. Dengan bantuan Mr. Google saya pun mendapatkan petunjuk, tapi ya belum canggih juga sih, masih standard banget, tapi ya ngga apa-apalah at least i started to make it! pelan-pelan deh karena menjalankan Misi#21 ini juga kan sambil saya kerja seperti biasa jadi ngga ada waktu khusus.

Penamaan blog-pun suka-suka saya.. "This is Endah's World" initinya semua tulisan akan suka-suka saya, dengan aturan saya.. terinpirasi dari film King Speech sewaktu Lionel Logue berkata kepada King George VI "This is my castle, with my rule" dari beberapa tulisan pun dikatakan "tidak ada aturan blog itu seperti apa semua kembali ke selera dan aturan yang dibuat pemilik" OK then.. so i will make this blog with my rules.. :)

Urutan Misi#21 dan 4H/1W akan saya tulis dalam blog ini, semoga saya akan cukup konsisten membuatnya secara daily.. kenapa saya menggunakan blog tidak menggunakan yang lain? untuk facebook yang isinya udah beragam banget jadi agak males skrg buat posting sesuatu bahkan up date status sekalipun, sedangkan twitter yang batasnya hanya 140 karakter kayaknya saya butuh space yang lebih banyak.. dan social media yang lain saya ngga punya.. ada deh 1 lagi foursquare tapi jarang aktif..

So that my blog was officially opened on March 14, 2011 -the second day in Missi#21- with name of the Blog is "This is Endah's World" with link address www.masihendah.blogspot.com . I hope in the future this blog can evolve and be useful at least for myself, and thank God if can useful for others too .. :)


Invest-in-passion: get to know people in the field of similar passion, any way you can. Just do it!
– RENE




Minggu, 13 Maret 2011

Watching Movie at Cinema For the First Time ... -1DayMisi#21-

Senin, 14 Maret 2011

Bismillahirahmannirahiim..

Sabtu, 12 Maret 2011 atas ajakan seorang teman dekat saya mengikuti sebuah seminar mengenai passion, terus terang pencarian passion memang tengah saya pikirkan dan lakukan. Singkat cerita, untuk melakukan pengembangan dan perbaikan diri dalam seminar tersebut saya dianjurkan untuk melakukan Misi#21 dan 4H/1W. Arti Misi#21 adalah selama 21 hari saya diminta untuk melakukan hal baru dan berbeda, apapun itu bagaimanapun itu dengan syarat tidak boleh merugikan orang lain dan tidak boleh perbuatan dosa, sedangkan arti 4H/1W adalah dalam 1 minggu setidaknya 4 jam waktu saya harus digunakan untuk kepentingan sosial, apapun bentuknya, tanpa diminta, dipaksa dan tentunya tidak dibayar. Pesan penting yang diberikan Rene Suhardono sang penyaji seminar adalah "Think Less, Feel More.."

Hari pertama dalam Misi#21 dilakukan tanggal 13 Maret 2011, saya memutuskan untuk membawa Ami (pengasuh keponakan saya menonton bioskop) nonton bioskop mungkin bukan hal yang baru untuk saya, tapi adalah hal baru untuk seorang Ami, dan untuk pertama kalinya saya bawa Ami ke bioskop dengan menonton film sesuai selera dia, jadi buat saya ini bisa masuk kategori dalam Misi#21 versi saya :)..

Ami adalah gadis remaja usia 16 Tahun, lulusan Sekolah Dasar dari Kerawang. Gadis yang cukup pintar dan polos dalam penilaian saya. Beberapa kali dia menyatakan keinginannya untuk masuk bioskop dan menonton di dalamnya, keinginan lain yang dia sampaikan adalah nonton konser musik dan foto dengan artis.. Well.. kita coba penuhi satu-persatu dulu ya, sepertinya saya akan merasa bahagia kalau menjadi salah satu orang yang dapat mewujudkan impiannya.. :)

Dimulai dengan mendiskusikan jadwal film, film yang diinginkan, sampai bioskop yang dia pilih, sepenuhnya saya serahkan pada dia, saya ajak dia liat jadwal film di internet dan ternyata syarat dia cuma satu "Ami ngga mau nonton film bahasa inggris, takut ngga sempat baca teks-nya" setelah cek jadwal dan film akhirnya diputuskan kalau kami akan menonton film "Rumah Tanpa Jendela" di Grand Mall Bekasi pada pukul 12.00 WIB. Dengan muka yang riang dia keliatan sangat antusias dan tidak sabar menunggu jam keberangkatan.

Jam 10.30 WIB dia sudah dandan rapi dan saya baru mau mandi. Perjalanan ke bioskop dengan Mio biru milik saya paling hanya memakan waktu 15 menit, jd saya pikir berangkat jam 11.30 WIB pastilah cukup :) Melihat Ami yang sudah tidak sabar dan menunggu cukup lama saya mandi dan dandan akhirnya jam keberangkatan saya majukan 10 menit. Perjalanan lancar dan kami tiba di loket bioskop persis di jam 11.35 WIB. Kami langsung beli tiket dan memilih nomor duduk (Ami tampak amaze di depan loket karena dia belum ngerti sistem penomoran dalam bioskop dan bingung dengan gambar dalam layar komputer). Setelah beli tiket karena masih ada waktu 20 menit saya ajak dia turun sebentar buat jalan-jalan, Ami sempat bertanya "Itu nomornya tadi ngga mungkin salah kan ambu, kalau bangku yang kita pilih diambil orang gimana?" mungkin dia maunya kita tunggu aja di depan bioskop biar ngga keduluan orang.. saya jelaskan secara sederhana dengan bahasa yang mudah dia pahami dan dia mengerti. Setelah jalan-jalan 15 menit, akhirnya kami kembali ke bioskop dan kali ini langsung masuk ke ruang menonton.

Saat masuk, Ami keliatan bingung dengan ruangan yang remang-remang (belum gelap) dan kembali amaze dengan layar yang sangat besar. Saya jadi ingat pertama kali nonton bioskop dengan ayah saya saat umur saya sekitar 3 - 4 tahun, saat liat layar yang besar spontan saya bilang "Pak, TV-nya gede banget" dan spontan orang-orang disekitar saya tersenyum saat itu. Setelah mendapatkan nomor bangku yang sesuai tiket kami duduk, Ami dengan segala hal baru yang dia alami membuat wajahnya sedikit keliatan berkerut.. Melihat iklan dan menunggu film seperti detik-detik yang begitu dia nikmati. Agar seperti di iklan-iklan saya juga membelikan dia miuman dan popcorn, dan pas makan dia bilang "ini kalo dikampung Ami namanya brondong jagung" saya tersenyum meng-iya-kan dan berkata dalam hati "ya iyalah..gw juga tau kaleee"

Nonton film Rumah Tanpa Jendela ternyata moment yang membahagikan untuk seorang Ami, dia tersenyum, dia tertawa, dia ketakutan dan dia menangis sesuai jalan cerita.. sementara saya lebih sibuk memperhatikan dia daripada menonton filmya, karena buat saya film tersebut gampang ditebak dan agak ngga masuk akal..(sorry to say that..) film dimulai jam 12.00 dan selesai jam 13.50 (temasuk iklan) dan Ami terlihat begitu menikmati setiap detiknya. Selesai nonton kami sholat, belanja beberapa hal sebentar, lalu pulang.. sepanjang jalan dia terus berceloteh tentang film itu menunjukkan kebahagian yang sedang dia rasakan...mungkin kalau diibaratkan anak kota jaman sekarang seperti Ami sedang berteriak "yess, one of my dream has come true!"

Saya sendiri? saya bahagia punya kesempatan mengajak dia nonton, melihat muka Ami yanga antusias dan akhirnya puas.. saya berkesimpulan bahwa memberikan kebahagiaan atau membuat orang bahagia ternyata menberikan kebahagiaan untuk saya sendiri.. semoga makin banyak kebahagiaan yang dapat saya berikan (minimal kepada keluarga dan lingkungan saya) di masa yang akan datang.. :)  -Aamiiin-

untuk Second Day - Misi#21 saya lakukan hari ini dan akan saya tulis besok :)