Jumat, 25 Maret 2011

Kesuksesan yang Tertunda.. -12DayMisi#21

25 Maret 2011


Bismillahirrahmannirrahim...


Hari ke-duabelas Misi#21 (24 Maret 2011) mau saya isi dengan hobby yang cukup lama terpendam, sekedar informasi dulu saya senang bikin kue dan masak. Sewaktu SMU saya sempat bisnis kue kering di moment lebaran dan benar-benar menghasilkan, tapi memang beberapa tahun terakhir ini saya jarang masuk dapur karena banyak cari kesibukan diluar.. menghindari berat badan semakin membengkak juga sebenarnya..

Saya memilih membuat sus kering rasa keju kesukaan saya, ini pertama kali saya mencoba jenis kue kering ini. Makanan ringan ini bahannya gampang, tahapnya ngga banyak tapi memang agak repot buatnya (saya pernah lihat ibu saya bikin waktu jaman sekolah dulu)..

Setelah berkonsultasi singkat dengan ibunda yang kembali heran dengan kelakukan saya akhir-akhir ini, saya pun melakukan pengecekan bahan, and.. perfect! all that i need are available :). Saya mulai buat pukul 19.30 dan selesai sekitar jam 21.40 berdasarkan jam di dapur rumah saya.. saya buat 2 resep..

Persiapan awal..

Bahan -bahan..
  • 200 gram margarin
  • 200 ml air putih
  • 100 gram terigu (diayak)
  • 3 butir telur
  • 1 sdt baking powder
  • 1sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 100 gram keju parut

ini dia bahannya...

eh waktu saya foto-foto didapur ibu saya comment : "ini anak, sekalinya masak pake acara di foto segala.."

Air di-didihkan, masukan margarin sampai meleleh terus kecilkan api sampai sangat kecil, terigu yang sudah digabungkan dengan garam, gula dan baking powder dimasukan pelan-pelan sampai tercampur, kemudian masukin telur sambil terus diaduk.. sejauh ini lancar dan jadinya seperti ini:

ini pas dicobain udah enak loh...

Proses berikutnya adalah mencetak, susah - susah gampang deh, yang jelas contoh yang dikasih ibu sama yang saya buat keliatan jauh beda banget..:p ibu saya sempat ketawa-ketawa karena cetakan saya bentuknya aneh.. tapi ya saya sih PD aja, ngga buat dijual ini kan.. semua kan perlu proses.. (menghibur diri)

ini hasil cetakan saya.. :)

Pembakaran ada dua tahap yang pertama mematangkan dan yang kedua mengeringkan agar sus kerasa renyah..

pembakaran tahap I

dan yang bikin ngga sabar adalah menunggu.. sudah agak curiga ada yang aneh karena sus tidak mengembang seperti yang diceritakan ibunda tadi.. tapi ya pasrah aja udah setengah jalan.. saat bagian bahwa sudah terlihat agak coklat diangkat dan dipindahkan ke oven bagian bawah..

Pembakaran tahap II

Setelah matang dan diangkat ternyata gagal saudara-saudara... :( Entah kenapa sus ngga mengembang, jadi saat sudah kering pun ngga renyah.. kata ibu sebenarnya memang disarankan tidak membuat adonan 2 resep sekaligus, mungkin itu salah satu yang bikin gagal..selain teknik memasak yang belum saya kuasai..

setelah matang...

Tapi kalau soal rasa sih tetap enak dan gurih sih jadi tetap enak dimulut, kalau komentar kakak saya : "ya iyalah enak.. telor, keju. mentega, terigu mah cuma diaduk-aduk di penggorengan juga enak.." dan saya pun nyengir kuda.. walaupun gagal kue-nya tetap aja ko abis, keponakan saya abis satu loyang sendiri.. ya sudahlah besok dicoba lagi.. saya harus bisa belajar dari kesalahan dan kegagalan.. Eh ini bukan gagal tapi kesuksesan yang tertunda.. Besok-besok saya coba lagi ya.. :)





Kamis, 24 Maret 2011

Saling Mengingat dan Terikat.. -11DayMisi#21-

24 Maret 2011


Bismillahirrahmanirrahim..

Perjalanan kerja saya di Correspondent Unit (CU) tempat saya bekerja sebelumnya terbilang cukup lama, 1 April 2006 sampai dengan 30 November 2008, dari semua team yang pernah saya jalani di kantor tersebut team inilah tempat saya merasa paling nyaman dan paling banyak belajar. Meskipun beberapa kali terjadi perombakan namun budaya kompak dan kerjasama tetap ada. Bukan tanpa konflik, namun dengan adanya konflik justru membuat satu sama lain saling mengerti. Mba Echi (kami biasanya memanggil begitu), adalah team leader pertama saya di Unit ini dan beliau berhasil 'menyulap' saya dari yang sebelumnya tidak bisa membuat surat resmi namun santai dan santun sampai akhirnya benar-benar bisa dan terbiasa. Kerjaannya pun ngga sedikit, bahkan seringkali overload namun dengan kebersamaan semua kami kerjakan dengan rasa senang, serius tapi santai, flexible tapi tetap responsible.. :).

first team (minus mas nyoman)

Cukup banyak dari kami yang sudah 'lulus' dari kantor itu, ada yang sudah jadi orang bisnis, ada yang sudah buka kantor sendiri, ada yang mempunyai kesempatan berkembang dikantor lain, dan ada juga yang ikut suami ke luar negeri. Masih banyak juga yang tetap setia dikantor yang sama namun semua sudah berkembang di unit atau departement lain. Beberapa kali sebagian dari kami bertemu untuk melepas rindu, dan beberapa kali juga kami merencanakan 'reuni akbar' untuk para 'alumnus' CU, sambil dinner di luar atau kegiatan kumpul lainnya yang menyenangkan. Karena itu Reuni Akbar CU ini masuk dalam agenda Misi#21 dan kebetulan pas di hari kesebelas. Akhirnya melalui obrolan singkat dengan ka mumu (salah seorang mantan anggota CU yang masih sering kontak dengan saya), kami pun memulai komunikasi melalui e-mail. Daftar undangan yang berhasil di list ada sekitar 12 orang, sebenarnya masih ada lagi namun ada yang di luar negeri dan ada yang memang sudah lost contact dengan semua. Saya sangat berharap semua bisa hadir namun sayangnya memang ada beberapa kendala, sehingga yang hadir jumlahnya ada 8 orang, tapi syukurlah lebih dari 50%.. semoga di pertemuan mendatang bisa benar-benar lengkap :)

'Reuni Akbar' ini dilaksanakan di pizza e-birra setiabudi building, karena memang letaknya paling memungkinkan untuk mayoritas dari kami. Nyaman dan cukup asik untuk berkumpul. Pertemuan yang semula di rencanakan pukul 7 malam dimajukan dengan pertimbangan kami dapat lebih lama bersama namun pulang tidak terlalu malam, akhirnya sekitar pukul 6 sore pun kami sudah berkumpul. Tidak banyak yang berubah baik dari tampilan maupun ukuran dan semuanya dapat ngobrol akrab meskipun ada yang sudah lama tidak bertemu. Sejak pertama pun suasana yang tercipta sudah terasa menyenangkan, bahkan begitu banyak cerita yang tidak sempat tertampung, bernostalgia dan tertawa sampai sakit perut dan keluar airmata.. dan juga tidak bisa dihindari gosip-gosip kecil yang hadir sebagai bumbu obrolan. Waktu 2 jam terasa berlalu begitu cepat, dan sayangnya tidak satupun dari kami mengingatkan untuk mengambil foto sebagai kenang-kenangan, tapi yang sudahlah toh kenangan itu akan tetap ada dihati.. :)

second team

Persaudaraan yang terjalin benar-benar terasa, satu sama lain masih peduli dan mengingatkan, yang jelas team ini harus masuk dalam list undangan kalau saya menikah kelak (Aamiin..). Buat saya pribadi pertemuan malam itu benar-benar berkesan dan membawa bahagia tersendiri (Saya berharap untuk yang lain juga). Bersyukur karena semakin menyadari kalau saya banyak saudara yang begitu menyenangkan meskipun kami jarang saling bertemu. Saling mengingat dan terikat meskipun sehari-hari semua sibuk dengan tanggung jawabnya masing-masing..


Kebersamaa di masa lalu..


When you walk through a storm,
hold your head up high,
and don't be afraid of the dark.
At the end of the storm,
is the golden sky,
and the sweet silver song of the lark.
Walk on through the wind,
walk on through the rain,
Though your dreams be tossed and blown,
Walk on, walk on with hope in your heart,
And you'll never walk alone...
(Frank Sinatra - You'll Never Walk Alone)

Rabu, 23 Maret 2011

Setiap Kata Menjadi Begitu Bermakna... -10DayMisi#21-

23 Maret 2011


Bismillahirrahmanirrahim...

Salah satu agenda yang sempat terpikir dalam menjalani Misi#21 adalah saya harus bertemu dengan seorang sahabat yang telah memberi begitu banyak inspirasi dan membuat saya semakin bersyukur. Mungkin saya belum akan menyebutkan namanya disini, tapi suatu saat nanti saya ingin membahas lebih dalam dan tentunya harus atas persetujuan orangnya. Sebenarnya bertemu sambil makan siang dengannya sudah saya rencanakan di hari jum'at yang lalu, namun karena setiap jum'at dia mengikuti ritual ibadah dikantornya maka janjian lunch  akhirnya di re-schedule. Saya pernah makan siang dengan dia, namun kalau makan siang berdua baru kali ini, karena itu makan siang berdua bersama dia akhirnya masuk dalam misi ke sepuluh pada tanggal 22 Maret 2011.

Gadis dari suku batak ini adalah penganut nasrani yang taat, entah kenapa setiap berbicara dengan dia saya selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Dia 3 tahun lebih muda dari saya, perkenalan kami dimulai dari awal tahun 2008, pada saat itu dia diperbantukan dalam tim kecil tempat saya berada. Sosoknya yang begitu kuat namun polos sering membuat saya amaze.. Tahun 2008 dia masih kuliah sambil bekerja, pekerja keras, pantang menyerah, dan selalu bersyukur. Saya sempat tidak bertemu dia dua tahun lebih sampai akhirnya kami sempat satu kantor lagi walaupun tidak lama. Beberapa bulan yang lalu, dia sempat mencetuskan ide untuk membantu anak-anak yang putus sekolah dengan slogan "One Thousand for Love" (kalo ngga salah dia menyebutnya begitu) jadi dia punya konsep yang cukup bagus yang intinya mengumpulkan uang seribu rupiah yang diorganisir dan disalurkan ke tempat yang sesuai. Idenya sangat bagus tapi juga masih sangat polos.. :) namun membuat saya yakin sosoknya tidak berubah dibanding beberapa tahun yang lalu namun kali ini dia terlihat lebih PD dan berani.

Siang itu kami janjian makan siang di tempat yang cukup enak untuk mengobrol, dan seperti yang sudah saya duga sebelumnya pasti saya akan mendapatkan cerita baru dari dia. Sedikit cerita mengenai masa kecil dia yang tidak indah (kembali mengingatkan saya untuk  selalu bersyukur) dan masa-masa dimana dia harus berjuang hingga akhirnya bisa hidup cukup layak seperti saat ini, intinya adalah hidup dia memang tidak pernah berhenti dari berjuang. Dia bercerita dengan riang kalau saat ini dia sedang berusaha membentuk tim bekerja yang solid, kebetulan dia adalah 'kepala suku' dari admin dikantornya dimana tim -nya tersebar hampir di tiap propinsi. Komunikasi dia dengan tim-nya selama ini  terbatas melalui e-mail dan telephone sehingga dia menghendaki hubungan yang jauh lebih baik daripada sekedar meminta data dan  seputar pekerjaan, dia menginginkan hubungan antar manusia seutuhnya. 

Dimulai dari dia mendata data personal setiap anggota tim, lalu dia memperhatikan tanggal ulang tahun, dan dengan dana pribadi dia rela memberikan "hadiah" berupa pulsa untuk mereka yang berulang tahun. Bahkan (setau saya) mungkin hal itu tidak pernah dilakukan oleh orang yang benar-benar punya gelar "leader" dan berpenghasilan cukup besar dikantornya. Lalu dia berencana mengumpulkan seluruh tim-nya di satu tempat untuk bertemu dan jalan-jalan, dengan sudah memperhitungkan penghasilan dan kesulitan yang akan mereka hadapi. Dia juga berencana melakukan sesuatu untuk meringankan beban teman-teman yang butuh ongkos lebih besar dengan berjualan. Dia sangat yakin dengan ke-akraban yang dijalin akan membuat mereka lebih saling menghargai dan saling membutuhkan, dia percaya itu akan berdampak baik bagi perusahaan (hebantnya lagi dia ngga pernah terlihat menuntut perusahaan menganggap dirinya apa..) Banyak cerita yang mengalir darinya, dan setiap kata menjadi begitu bermakna..

Mungkin agak sulit saya mengungkapkan apa yang saya pikirkan dan saya rasakan tentang dia, tapi dia adalah salah satu manusia langka di dunia untuk saat ini. Keperduliannya dengan banyak hal, dan niat baik yang tidak pernah surut, selalu ingin berbuat lebih bahkan kadang dengan 'mengorbankan' dirinya,  berbagi adalah suatu kebahagiaan untuk dia.. ketidak-beruntungan hidup yang dia alami saat kecil membuat saya semakin yakin bahwa hidup adalah pilihan, dia memilih untuk berjuang dan memperbaiki nasibnya dan hebatnya saat nasibnya beranjak membaik dia tidak pernah lupa memikirkan nasib orang-orang disekitarnya.. Suatu saat perjalanan hidup dia bisa menjadi cerita tersendiri yang akan memberi inspirasi..

Banyak tamparan sebenarnya untuk saya.. membuat saya speechless dan semakin malu kepada-Nya..


Selasa, 22 Maret 2011

Ingin Menjadi Raja... -9DayMisi#21-

21 Maret 2011

Bismillahirrahmannirrahim..

Kalau mendengar istilah raja kayaknya kita mengingat akan sesuatu yang besar, yang berkuasa pokoknya yang diatas deh... sampai ada lagu "andai ku jadi raja" yang sempet hit pada jaman SMU dulu. Sejak Januari 2011 kemarin tepatnya tanggal 21 Januari 2011 saya 'berkenalan' dengan Raja Karcis (iya bener saya emang ngga gaul makanya udah setua ini baru tau...) itu pun karena salah seorang dosen yang akrab dengan saya minta tolong dibelikan tiket Justin Bieber untuk anaknya yang ABG. Saya cukup tersanjung waktu dimintain tolong, karena bapak dosen ini profesor yang sudah cukup berumur tapi masih punya anak yang duduk di bangku SMU, kenapa tersanjung? karena berarti dia menganggap saya anak gaul kan... Sang profesor ini Justin Biebir aja ngga tau siapa, tapi dia curhat kalau anaknya yang ABG dan tinggal di Bandung 'merengek' minta dibelikan tiket konser Justin Biebir. Karena hubungan saya dan profesor sangat baik dan dekat saya pun bersedia untuk membantu mencarikannya.

Mulai dari cari info mengenai konser Justin Biebir, sampai akhirnya saya ikut twiiter Rajakarcis dan marygops sang promotour pun saya lakukan, didapatlah informasi pada hari yang sama bahwa penjualan pre-sale tiket konser dilakukan tanggal 22 Januari 2011 di Ex Plaza yang di koordinasi oleh Raja Karcis. Pantauan lewat twitter dikatakan bahwa penjualan yang dimulai pukul 9 pagi sudah di tunggu oleh para ABG sejak jam 3.30 (pagi buta banget)..dan antrian katanya sekitar 1.5 Km... ya Allah.. kalo harus antri berjam-jam begitu saya ngga sanggup dan memang  ngga ada waktu juga.. tapi saya juga ngga mungkin nyuruh profesor yang antri.. :(. Akhirnya dengan memanfaatkan jaringan pertemanan saya pun bisa mendapatkan tiket tanpa antri dengan harga normal.. Tapi ternyata penjualan itu buka tiket asli karena untuk menghindari pemalsuan kita hanya diberi kwitansi resmi dan bisa di tukar pada H-1 di kantor raja karcis. Jadi nanti profesor atau anak profesor harus datang ke kantor raja karcis untuk mendapatkan tiket aslinya pada tanggal 22 April 2011.

Sejak perkenalan itu entah kenapa saya jadi sering mengunjungi website raja karcis, jujur aja saya tuh ngga pernah ngurus beli tiket, nonton konser sih pernah tapi itu biasanya terima beres karena ikut nonton bareng sama teman-teman jadi cuma tau bayar dan karcis ditangan.. dan kebetulan juga saya tuh ngga punya artis idola jadi ngga pernah ngotot harus nonton suatu konser tertentu. Paling nonton musik-musik asik model kayak Slank, Padi, Tompi, Glenn, Oppie Andaresta dan belum pernah nonton konser artis luar negeri.


Saat mengunjungi website-nya saya cukup kagum, karena dia emang bener-bener 'Raja'.. hampir semua tiket konser ada disana (mungkin memang semua kali ya.. saya ngga tahu pasti) informasi juga lengkap untuk setiap konser. Saya pikir ide awal raja karcis ini kan sederhana ya, dia bantu jualin tiket jadi sebenernya ini calo tiket, cuma dibuat legal dan exclusive, dia ngga ambil untung dengan menaikan harga tiket, tapi dia kerjasama langsung dengan penyelenggara tiket dan mendapatkan fee dari situ. Hebatnya hampir semua penyelenggara konser atau event lain mempercayakan urusan tiket sama si raja ini. Memang ada "calo-calo" lain tapi saya cek ngga ada yang sebesar dan begitu well organized kayak yang ini, saya memang agak tertarik dengan seputar dunia event bahkan waktu baru lulus kuliah di tahun 2003 saya sempat bikin EO kecil-kecilan dengan 2 orang teman saya dan kami sempat mengadakan seminar di hotel. Makanya perkenalan saya dengan raja karcis ini cukup bikin penasaran, karena buat saya 'pembuat'nya ini pasti kreatif dan sangat luas jaringannya.

Sejak awal bulan saya ingin sekali mengunjungi kantor raja karcis, saya pengen tahu 'kerajaannya' kayak apa, sebesar apa dan seindah apa.. bayangan saya persis anak SD, karena punya bayangan kantor besar penuh dengan karcis atau gambar-gambar karcis, banyak loket dan tempat berbagai macam pelayanan dan kalau bisa saya pengen ketemu sama boss-nya disana, siap tahu bisa 'mencuri' ilmu dari sana. Akhirnya saya memutuskan mengunjungi kantor raja karcis menjadi kegiatan saya di hari kesembilan Misi#21. Setelah mendapatkan alamat dan menelepon kesana untuk lokasinya saya pun berangkat dengan menggunakan motor, alamatnya di Jl. Dr. Saharjo no 2, Manggarai. Saya sempat menanyakan kepada salah seorang teman yang sepertinya cukup tahu wilayah sana, tapi dia ngga tahu kantor ini, saya sempat konfirmasi apakah ada gedung besar dan dia bilang cukup banyak.. dan saya pun sampai di tempat yang saya cari.. berkali-kali memastikan apakah tempat ini benar, dan bertanya dengan tukang parkir dan diyakinkan benar.. saya sempat foto tapi keadaannya agak ramai karena terletak di pinggir jalan besar dan sebelah gang yang cukup ramai.. jadi agak kurang jelas..


Sangat jauh dari bayangan saya, bukan gedung tinggi, perkantoran, bahkan tidak sebagus rukan, saya tetap mencoba masuk dan ternyata didalam hanya ada 4 orang staff yang semuanya tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang sedang melayani pembeli, ada yang sibuk mengetik, ada yang sibuk menelpon.. Dalam ruang yang besarya kurang lebih 100 meter persegi itu begitu padat aktivitasnya. Saya ngga tega untuk tanya ini itu dan sepertinya kondisinya memang tidak tepat, akhirnya waktu ditanya salah seorang staff "ada yang bisa dibantu mba?" spontan saya jawab "tiket Justin ada mba?" dan seperti lelah menjawab dengan jawaban yang sama dia menjawab "belum dijual lagi mba, tunggu pengumumannya di website ya, kita tergantung keputusan promotour" hehehe "maap ya mba..sebenernya saya tau ko.. saya kan ikut twitter dan terus baca website anda.." tapi itu cuma jawaban dalam hati...

Sepanjang perjalanan pulang saya antara heran dan kagum, terus terang saya ngga kecewa tapi begitu banyak tanda tanya di kepala. Pertanyaan "kok bisa?" begitu mengganggu.. Bayangkan dengan kondisi kantor seperti itu nyaris semua promotour dan EO mempercayakan urusan karcis pada mereka. Saya yakin pasti orang yang punya otak cerdas, kreatif dan luas jaringannya. Saya pun mencari tau mengenai sejarah Raja Karcis dengan bantuan Mr. Google..dan saya pun mendapatkan ceritanya di Sejarah Raja Karcis . mmm memang benar semua yang besar dimulai dari satu langkah kecil. Engga banyak yang bisa saya ceritakan dari kegiatan yang saya pilih di hari kesembilan ini, tapi kesimpulannya kalau ingin jadi raja berbuatlah sekreatif mungkin, jeli liat peluang, pintas 'mengemas produk' dan perluas jaringan meskipun begitu banyak keterbatasan...pasti bisa menjadi raja, minimal ya seperti raja karcis.. :)






Senin, 21 Maret 2011

Dibuang Sayang... -8DayMisi#21-

21 Maret 2011

 
Bismillahirrahmannirrahim...

Salah satu hobby yang dimiliki ibu saya adalah menjahit, 80% pakaian yang digunakan oleh beliau adalah hasil jahitannya sendiri. Ibu jarang beli baju jadi karena menurutnya ngga pas dibadan. Mulai dari baju  kondangan, baju pergi sampai daster Ibu membuatnya sendiri, namun sayangnya hobby ini belum menurun ke saya. Dulu waktu SMU ibu pernah mengirim saya ke kursus jahit, tapi tanpa paksaan sih karena pada saat itu saya memang benar-benar ingin bisa jahit. Saya mendapatkan ilmu dasar jahit dan membuat pola yang masih saya ingat dan saya juga sempat membuat rompi, baju mandi, dan baju terusan. Tapi memang kegiatan itu tidak berlanjut karena banyak alasan, mungkin juga karena saya belum mendalami jadi belum jatuh cinta sama kagiatan menjahit ini. Namun sejujurnya saya selalu iri dengan ibu yang ngga pernah diem, dalam kondisi istirahat pun ada aja yang dikerjain oleh beliau, karena memang hobby dan kemampuannya banyak, hampir semua kegiatan wanita ibu bisa lakukan.. Saya ngga akan berpanjang lebar menceritakan kehebatan ibu saya, karena itu akan perlu waktu khusus..dan mungkin akan saya lakukan di kesempatan lain (biasa kan kalau seorang anak menjadikannya ibu-nya idola sekaligus pahlawan.. :))

banyak yang bilang saya mirip beliau, tapi cantiknya tetap menang saya...

Karena hobby menjahit ini sangat sering Ibu lakukan, maka dirumah saya banyaaak sekali kain  sisa atau biasa disebut perca, ngga pernah dibuang dan selalu dikumpul dalam 1 wadah plastik, ada saudara dari kampung yang pernah memanfaatkannya menjadi kain keset tapi hanya satu kali dilakukan, kalau ada yang minta kain perca untuk dimanfaatkan dengan senang hati ibu akan memberikan. kadang-kadang juga dimanfaatkan oleh ibu untuk membuat baju anak-anak yang dikombinasikan sehingga jadi tampak lucu dan menarik. Beberapa kali terpikir oleh saya untuk memanfaatkan kain perca itu tapi belum pernah terealisasikan. Padahal sebenernya banyak sekali yang bisa dibuat dari kain perca bahkan memungkinkan untuk jadi usaha kecil-kecilan.. Saya pernah baca buku prakarya yang isinya memanfaatkan kain perca tapi sampai sekarang belum saya praktekan sama sekali..

Minggu pagi kemarin tanggal 20 Maret 2011 sehabis mandi saya mencari ikat rambut yang biasa saya pakai, saya punya 3 ikat rambut yang dipakai secara bergantian dan entah kenapa ketiga ikat rambut itu hilang entah kemana. Kadang memang saya suka menaruhnya sembarangan, kadang keselip pernah juga dipakai main oleh keponakan saya. Bertepatan dengan hari ke delapan di Misi#21 akhirnya saya memutuskan untuk membuat ikat rambut dari kain perca. Saya pikir prosesnya simple, cepat dan langsung bisa saya manfaatkan. Jadi kegiatan baru kedelapan ini memanfaatkan barang bekas untuk menghasilkan sesuatu yang berguna, ya  minimal berguna untuk diri saya sendirikan.. Saya pun bertanya pada Ibu dimana meletakan kain perca dan alat jahit, saat itu Ibu lagi duduk santai diruang tengah dan responnya cuma bingung.. sampai saya harus mengulang pertanyaannya (mungkin dalam hatinya "ngga salah nih anak nanyain gituan"). Saya ambil kain perca, gunting, perangkat jahit lainnya. Ibu masuk kamar dan beliau langsung bertanya, "Mau ngapain sih neng?" sambil nyengir saya bilang "Mau coba bikin ikat rambut, abis ikat rambut neng ilang. "Ya bagus atuh, tumben-tumbenan sih?" Ibu setengah heran  dan saya tersenyum.. karena biasanya  dikeadaan seperti itu saya akan berteriak nyuruh mba yang kerja nyariin sampai ketemu atau  nyuruh dia beli diwarung sebelah rumah.. Ibu memang ngga tau mengenai Misi#21 yang sedang jalankan dan saya juga memang belum cerita, jadi sementara saya biarkan beliau amaze..

Akhirnya saya mulai memilih potongan kain, kemudian mengukur  secara kasar dan menggunting. Menggunakan kain yang nyaman yaitu dari bahan katun. Saya memilih menjahit dengan tangan dulu karena sudah lama ngga pegang mesin jahit, lagi pula saya ngga berniat buat banyak juga.. Menggunakan sedikit jarum pentul kemudian langsung saya jahit dengan teknik 'tikam jejak'. Berhubung ini ide spontan jadi karet yang saya gunakan belum karet yang bagus, tapi saya mengambil karet yang ada didapur, agar lebih kuat dan awet karetnya saya double. Dalam waktu 45 menit (dihitung dari mulai menggunting) saya bisa menghasilkan 2 ikat rambut, ya kalau beli ikat rambut kayak gitu mungkin harganya sekitar 3000 - 5000/buah. Lumayan juga ko hasilnya walaupun ngga bagus-bagus amat.. nih saya foto dan habis foto langsung deh saya pakai...:


Setelah digunakan hal yang saya rasakan adalah: kalau mau lebih enak dipakai kainnya harus agak panjang, jadi akan lebih nyaman, saya coba-coba menilai dan akan mencoba membuat yang lebih bagus nantinya. Saya pikir kalau menggunakan mesin jahit dan sudah terbiasa mungkin hanya memakan waktu 10 menit untuk satu buah, jadi kalau dalam waktu satu jam bisa menghasilkan 6 buah dan seandainya laku dijual hasilnya lumayan juga loh, padahal modalnya ngga banyak dan buatnya juga ngga susah... loh saya ko malah jadi mikir jualan ikat rambut sih..:p yaa siapa tau aja suatu hari nanti ini bisa jadi usaha kecil-kecilan..hehehe atau kalau dibungkus plastik ikat rambut kayak gini bisa  juga jadi souvenir.. Mmm jadi ada ide untuk souvenir nikah saya nanti.. jadi untuk menghemat biaya souvenir saya bisa dengan modal minim, sekalian bersihin "limbah" dirumah dan souvenirnya juga ngga terlalu pasaran. kan... :p  (yuukk mareee...udah jauh-jauh mikirin souvenir aja sih!  cari calonnya dulu kaleee)

Tapi bener loh ternyata memang senang ya kalau kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat meskipun itu hanya hal kecil, dan waktu Ami melihat saya pakai ikat rambut baru dia sempat nanya saya beli dimana, pas saya kasih tau kalau saya baru aja buat, dia kaget dan spontan minta diajarin.. saya berjanji akan ajarin dia nanti kalau waktunya pas.. ;)

Udah dulu ya.. lagi mau mikirin ide untuk hari ke sembilan Misi#21 :)


Minggu, 20 Maret 2011

Membuat Hidup Semakin Berwarna... -7DayMisi#21-

 20 Maret 2011


Bismillahirrahmannirrahim...

Memasuki hari ketujuh dalam Misi#21 saya agak sedikit bingung, karena tanggal 19 Maret 2011 bertepatan dengan hari kelahiran saya, ada teman dan saudara yang datang ke rumah, dan karena hari Sabtu ada juga beberapa janji yang harus saya penuhi. Semua orang pasti tau deh, kalau hari Sabtu - Minggu adalah hari "leha-leha" nasional, jadi yang namanya bantal ama guling ngga pernah berhenti manggil seharian.. Ide melakukan hal baru di hari ketujuh ini datang pada sore hari saat saya tengah membuka twitter (eh follow me yang kalau belum @echane), saya baca timeline Yoris Sebastian (@yoris), kalau teman-teman belum tahu Yoris adalah pengarang buku Creative Junkies. Buku yang katanya memotivasi kita berlaku lebih kreatif, saya belum membeli bukunya tapi saya rencananya akan segera membeli buku ini.  Yoris ini adalah orang yang terkenal sangat kreatif dan dia adalah salah satu pemuda yang  terbilang sukses, sudah menjadi seorang General Manager di restoran bertaraf internasional di usianya yang belum 30 tahun. Tengah tahun 2010 lalu saya pernah mengikuti seminar Yoris yang diadakan di kantor saya, free untuk karyawan, mungkin tujuan perusahaan adalah agar karyawannya menjadi lebih kreatif dalam melahirkan ide-ide baru.

Dalam seminar itu Yoris menceritakan proses kreatif dalam dirinya, dimulai dari foto saat dia kecil yang menunjukkan bahwa dia bukanlah orang yang kreatif sebelumnya. Kreatif itu bisa ada pada siapa saja kalau dia memang melatih diri untuk menjadi kreatif. Dia berprinsip "Normal is not good!" jadi dia sarankan bagi orang yang merasa tidak kreatif maka bisa memulai perubahan melalui kebiasaan-kebiasaan kecil, contohnya kalau biasa pakai jam di kiri maka besok pindah ke kanan, kalau sudah biasa di kanan besok ubah lagi ke kiri, bisa juga dengan merubah belahan rambut dan hal-hal kecil lainnya. Ada beberapa permainan yang diberikan dalam seminar itu untuk menunjukkan sejauh mana kreatifitas kita.. Nah dalam seminar itu saya termasuk orang yang belum melatih kreatifitas.. sehingga ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama seperti yang saya sebutkan diatas saya harus merubah kebiasaan-kebiasaan kecil agar senang dengan perubahan, yang kedua saya disarankan untuk melakukan aktifitas mewarnai atau melukis dan yang terakhir melakukan kegiatan-kegiatan yang memaksimalkan fungsi otak kanan.. dari sebuah literatur dikatakan: otak kanan diidentikkan tentang kreativitas, persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna, berpikir lateral, tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu mendetail..

Seminar itu sudah saya ikuti beberapa bulan lalu, saya sempat mempraktekan memindahkan posisi jam tangan tapi seringnya lupa.. karena itu di hari ketujuh dari Misi#21 ini saya memutuskan untuk melakukan aktifitas kecil tapi penting untuk saya yaitu mewarnai. Dimulai dari mencari bahan yang ada, saya menemukan pensil warna milik keponakan saya yang sekolah di PAUD, Ahamdulillaah masih lengkap 12 warna dan yang ada memang hanya itu,  lalu saya searching di internet gambar yang bisa saya gunakan untuk diwarnai (cukup sadar diri dengan kemampuan menggambar saya, toh kan memang harus step by step kan..) saya pun memilih gambar yang cukup sederhana karena saya hanya punya 12 warna. Seingat saya aktifitas mewarnai seperti  ini terakhir saya lakukan pada saat TK atau SD dimana saya masih dibawah umur 10 tahun jadi ini bisa saya anggap proses latihan dulu. Sekedar informasi tambahan, buku Creative Junkies milik Yoris memiliki sampul yang tidak diwarnai, tujuannya adalah agar pembeli buku melakukan langkah pertama berperilaku kreatif dengan mewarnai sendiri sampulnya...(unik kan pemikiran beliau :))


Agar sedikit berbeda dengan aktifitas sebelumnya, saya memutuskan untuk melakukan 2 tahap, mewarnai pertama dengan menggunakan tangan kiri, dan kemudian baru menggunakan tangan kanan. Dilakukan di gambar yang sama dengan tujuan agar terlihat perbedaannya dan untuk mengetahui  sejauh mana sebenarnya tangan kiri saya bisa digunakan untuk melakukan aktifitas tangan kanan. Saya memilih tangan kiri dulu yang bekerja untuk menghindari saya keburu lelah untuk melakukannya jika dia ada diurutan kedua.

Saat proses mewarnai dimulai, agak kagok karena saya harus mengendalikan tangan kiri untuk melakukan hal dimana dia tidak terlatih untuk melakukannya, dimulai dari mewarnai pohon, rumah baru berlanjut ke hal-hal yang kecil, dan ternyata proses ini memakan waktu sekitar 35 menit, agak pegel dan kagok saat melakukannya. Keterbatasan warna yang ada dan kurangnya kemampuan saya dalam memadukan warna membuat saya agak bingung dalam memberikan warna pada ayam.. :p. Setelah selesai saya langsung sambung dengan tangan kanan, jauh lebih mudah dan berani, saya hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit, saya juga tinggal meniru warna yang sudah saya gunakan sebelumnya jadi ngga perlu mikir lagi mau pakai warna yang mana, memang terasa lebih lelah saat menggunakan tangan kiri.. Dalam proses ini saya pun mempelajari bahwa menggunakan pensil warna dalam keadaan tegak dan miring bisa menghasilkan warna yang terlihat berbeda..dan hasilnya pun seperti ini...


Warna tampak lebih berani dan tegas digambar yang menggunakan tanga kanan, karena gambar yang digunakan sederhana dan alatnya pun sedikit jadi nggak banyak hal yang bisa dilihat. Namun ternyata saya sangat menikmati aktifitas ini, dan cukup bagus deh kalau menurut saya.. :p (jadi inget acara pak Tino Sidin jaman saya kecil dulu...). Saya malah berniat untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat ini, tapi saya akan beli pensil warna bagus yang variasi warnanya jauh lebih banyak dan akan memilih gambar yang lebih bagus atau lebih rumit. Langkah kecil yang saya lakukan ini semoga bisa membentuk saya menjadi orang yang kreatif, sehingga dapat menghasilkan ide-ide baru dimasa mendatang...

Thanks to Yoris Sebastian.. i promise i will buy your book in my payday at this month :) . Seperti halnya  buku dan seminar Yoris, semoga tulisan ini memberi inspirasi bagi yang belum kreatif seperti saya, atau bagi orang yang belum merasa kreatif.. Kreatifitas akan mengasah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan membuat hidup semakin berwarna.. :)




Sabtu, 19 Maret 2011

Mengingatkan Saya Kembali Akan 'Rumah Masa Depan'.. -6DayMisi#21-

19 Maret 2011


Bismillahirrahmannirrahim...


Januari 2005 saat pertama kali saya kerja disebuah kantor besar, saya masuk dalam team yang jumlahnya 10 orang, 3 assistant team leader, 1 team leader dan 1 manager, total 15 orang. 9 teman baru yang saya dapat terdiri dari 2 laki-laki dan  7 perempuan, dan proses alam membuat saya dekat dengan satu orang yang bernama Mayang Kencana Dewi. Mayang gadis berkulit putih dan berkerudung, mungkin karena kami berdua sama-sama berkerudung sementara yang lain belum, kami jadi begitu dekat.. terkadang kita memanng  menjadi mudah dekat dengan orang yang punya banyak kesamaan. Kedekatan pun bertambah karena rumah kami searah, saya dulu tinggal di wilayah rawamangun dan Mayang di wilayah Klender. Saya bukan orang yang pandai berteman, teman dekat atau mungkin yang sudah saya anggap "tidak sekedar teman" jumlahnya ngga banyak, saya juga bukan tipe yang mudah bergaul, tapi memang kedekatan saya dengan Mayang terjadi begitu aja, kalau istilah anak muda biasanya chemistry-nya kena. Mayang adalah sosok yang lucu, lugu, polos, murah senyum, baik hati, agak manja dan kekanak-kanakan.


Kedekatan kami yang sangat intents hanya terjadi selama 8 bulan, sehubungan di bulan kesembilan saya harus berpindah team dan juga berpindah lantai. Karena saya kena shifting sementara Mayang office hour kami menjadi agak sulit untuk bertemu. Sempat sekali kami janjian ke Dufan dan beberapa kali ketemu untuk jalan namun bisa dibilang jarang, apalagi sejak akhir tahun 2006 Mayang punya kekasih, kami makin sulit untuk bertemu. Mayang adalah sosok yang mengajarkan saya tentang kesabaran, tentang ikhlas, tentang menerima "apa adanya" dan dia juga yang mempertemukan saya dengan pacar saya yang ke.-sekian-. (saya lupa yang keberapa, tapi dia salah satu pria baik yang saya kenal). Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya, saya ngga pernah lihat dia marah atau mengeluh. Anak perempuan satu-satunya dari 5 bersaudara, hidupnya sangat penuh kasih sayang dan berkecukupan, mungkin itu yang menyebabkan dia menjadi sosok yang begitu baik dan selalu terlihat gembira.

Mayang pernah begitu disakiti oleh pria yang 3 tahun dekat dengan dia, tapi dia begitu ikhlas melihat pria itu jalan dengan seorang yang dia sebut sebagai sahabat, dan hebatnya mereka tetap bisa berteman baik.. Mayang sangat dekat dan dimanja ayahnya, dia sempat terlihat begitu down dan sedih sewaktu ayahnya meninggal, beberapa kali curhat dan menangis, sayangnya saya ngga bisa berbuat apa-apa selain mendengarkan dan membiarkan dia menangis.. Saya memang selalu speechless di keadaan-keadaan 'genting' orang-orang sekitar.. Beberapa kali saya liat dia begitu dikenal oleh tukang sapu di kawasan kami bekerja, mereka begitu akrab dan ramah pada Mayang, belakangan saya baru tau kalau Mayang suka membawakan mereka sarapan nasi uduk saat berangkat kerja.. Mayang jugalah yang mengajarkan saya indahnya berbagi..





Sewaktu kami naik angkot bareng dan saya mengeluh setengah marah karena angkotnya 'ngetem', Mayang nyolek saya dan dengan tenang dia bilang "Sabar bu, yang ikhlas dong.. supirnya lagi cari rejeki tuh, do'ain biar rejekinya lancar.." saya diam.. Ada lagi kejadian Mayang tertipu oleh orang lain dan itu bikin saya kesal dan mau bantuin marah ke penipu tersebut, tapi dia yang jadi korban malah bilang, "Ngga usah marah ndah.. orang itu berbuat jahat atau baik buat dirinya sendiri, kita ngga akan jadi miskin karena kebohongan dia, dan dia juga ngga akan jadi kaya karena kebohongannya, kita do'ain aja dia insyaf".. kembali saya diam... dan dalam hati sebenarnya saya bilang "terlalu polos nih anak..dia pikir dunia ini wonderland apa?! di dunia nyata tuh koruptor jadi orang kaya..." saya ngga berani ngomong begitu langsung ke dia, karena saya tau dia terlalu lembut untuk itu, tapi harus saya akui bahwa nilai-nilai kebaikan yang ada di dia bener-bener luar biasa...

Bulan Ramadhan tepatnya tanggal 10 Oktober tahun 2007 salah seorang teman mengabarkan Mayang sakit dan dirawat, Mayang masuk RS hari Senin dan kabar itu diterima hari Rabu, beberapa orang termasuk saya janjian untuk menengok Mayang di hari Jumat atau Sabtu, kami memang tidak mendapatkan gambaran sakit apa yang dialami olehnya. Hari Kamis tanggal 11 Oktober 2007 Allah SWT memanggil Mayang dengan tenang. Mayang meninggal di usia-nya yang ke 26.  Mayang adalah salah satu yang mengingatkan saya bahwa kita bisa dipanggil oleh-Nya kapan saja... semuda dan sesehat apapun keadaan kita. Percaya atau tidak banyak yang bilang jenazah Mayang harum dan terlihat cantik saat proses pemakaman... dan dia dimakamkan tidak jauh dari makam ayahnya.. Mungkin benar kalo ada beberapa orang bilang "jadi orang tuh jangan terlalu baik, biasanya cepat dipanggil"

3 tahun lebih Mayang telah pergi, setahun yang lalu saya sempat "didatangi" Mayang lewat mimpi beberapa kali, tapi saya tidak bisa menangkap pesan yang dia sampaikan, saat itu saya berinisiatif mengajak teman yang dulunya dekat juga dengan Mayang untuk mengunjungi Ibunya sekedar bersilaturahmi. Saya bertemu dan ngobrol dengan ibunya yang saat itu kondisinya sudah jauh lebih  baik dan terlihat ikhlas.  Kami sempat tertawa dan mengenang beberapa kelakukan Mayang di masa hidupnya.  Pulang dari rumah Mayang sebenarnya saya berkeinginan untuk datang ke makam Mayang untuk melihat dan berdo'a di tempat peristirahatannya, namun entah kenapa saya ngga ada nyali untuk melakukannya, saat sudah ada di pintu pemakaman saya berbalik dan langsung memutuskan pulang.

Dihari ke enam Misi#21 akhirnya saya memutuskan untuk menengok dan berdoa di tempat peristirahatan terakhir Mayang. Saat memasuki pemakaman, saya begitu deg-degan dan spontan saya menangis karena entah kenapa tiba-tiba saya begitu kangen sosoknya.. saya lupa posisi pasti  makam Mayang berada, akhirnya saya datang ke kantor Pemakaman dan mendapatkan petunjuk blok tempat Mayang dimakamkan. Baru pertama kali seumur hidup saya datang ke pemakaman seorang diri, dan untuk pertama kalinya juga saya berani "mengunjungi" Mayang, keinginan yang terpendam dalam 1 tahun terakhir. Makam Mayang terlihat begitu rapi dan terawat. Saya berdo'a dan menangis, saya berbicara seorang diri seolah-olah dia ada disana, saya takut dan saya ngga bisa menggambarkan apa yang saya rasakan, semuanya campur aduk. Sadar suatu saat saya pun akan tidur di tanah, tanpa tahu pasti akankah ada orang yang akan mengenang saya seperti saya mengenang Mayang saat ini.. Penjaga makam menghampiri setelah saya selesai berdo'a,  bertanya siapa saya, kami ngobrol beberapa saat dan dia cerita kalau dia cukup kenal dengan beberapa keluarga Mayang karena mereka sering datang untuk menengok Mayang dan ayahnya..


Diatas makamnya saya ngomong sendiri dan ngga peduli kalau ada yang bingung ngeliatin, saya sempat bilang dan saya berharap Mayang melihat di 'sana'.. "Mayang.. Allah memang terlalu sayang sama elo, makanya elo cepat dipanggil dari dunia yang ngga pernah bisa sebagus wonderland.. gw yakin lo jauh lebih bahagia disana, tapi semoga Allah terus melahirkan banyak "mayang" ke dunia ini, untuk mengingatkan akan banyak hal kepada orang-orang keras seperti gw, and u still in my heart.."

Hari ini adalah hari ulang tahun saya, dimana saya sadar sepenuhnya kalau waktu di dunia sudah berkurang untuk saya.. semoga saya bisa mempunyai hati dan pikiran yang jauh lebih baik...