Jumat, 26 Agustus 2011

New Chapter of My Life...

Bismillahirahmanirrahiim...


Saya merasa perlu menulis, entah kenapa begitu banyak yang ada di kepala tapi saya ngga tahu harus menulis dari mana atau menulis yang mana. Kekhawatiran yang mendalam untuk kembali memulai suatu hubungan ternyata masih ada dan mungkin memang akan selalu ada, beribu cara sudah saya gunakan untuk tetap selalu positive thinking namun tetaplah: i'm just human being... Sometimes merasa begitu bodoh karena berkali-kali ngga berhasil membina hubungan atau membentuk komitmen, tapi toh tetap saya diharuskan untuk bangkit dan bangkit lagi, tanpa menyalahkan siapapun apalagi takdir atau Tuhan. Saya percaya semua ada dalam rencana-Nya dan saya bersyukur Allah sudah mengajarkan saya dengan berbagai cara dan pengalaman.

Episode baru dalam hidup saya pun kembali dimulai pada tanggal 17 Agustus 2011, dengan keinginan yang menggebu dari seorang teman untuk mengenalkan saya kepada seseorang. Belajar dari pengalaman, saya menanggapi atau memberi reaksi seperlunya, tanpa berharap banyak atau lebih tepatnya memanajemen hati dan perasaan semaksimal mungkin.. Seperti yang sudah-sudah tidak mau mengecewakan dan dikecewakan. Pertemuan memang tidak direncanakan secara special, dibuat sealami mungkin dengan fasilitator yang memang tulus mengenalkan.. dan pertemuan selama ± 7 jam pun meninggalkan kesan.. setidaknya itu yang bisa saya katakan, entah apa yang dia rasakan tapi komunikasi memang berlanjut setelah itu..

Banyak pembicaraan yang terjadi setelahnya walaupun sebatas chatting melalui ponsel.. Pembicaraan ringan tapi serius sebagai pengantar tidur dan membuat tidur jadi lebih tenang.. ngga tahu ini akan seperti apa nantinya, tapi tetap berharap akhir yang baik untuk saya maupun dia, berusaha lebih berani berekspresi dan mengungkapkan rasa walaupun tetap menggunakan cara yang santun.. yang jelas berusaha membawa hubungan ini ke arah yang lebih baik dan membahagiakan semua pihak.. Sampai saat ini namanya ada dalam tiap doa dan semoga akan selalu begitu..

Jumat, 01 Juli 2011

Ngga Punya Hobby...

Bismillahirahmanirrahiim...


1 Juli 2011


Beneran deh saya ini emang orangnya mood-mood-tan banget dan selalu panas di awal.. kalau diliat dari blog ini cuma bulan April aja rajin nulis itupun karena sedang menjalani Misi#21 selanjutnya nyaris ngga pernah, bahkan buka blog sendiri aja ngga rutin. Tapi memang kalau dipikir-pikir hobi menulis dan membaca saya jauh luntur dibandingkan jaman sekolah dan kuliah dulu. Waktu dulu novel Harry Potter yang tebelnya amit-amit bisa saya baca 2 hari sampe ngga inget tidur, ngga inget mandi tapi kalo makan tetep ngga lewat karena bisa sambil baca kan.. :p, baca novel Sidney Sheldon, novel Danielle Steel ngga pernah absen.. apalagi kalau mereka ngeluarin yang terbaru. Langganan majalah mingguan.. ngga bisa liat majalah nganggur meskipun majalah AyahBunda sekalipun kalo pas ada waktu dan peluang bisa abis dibaca, tabungan bisa terkuras buat buku.. Sempet pasang target dalam seminggu minimal 1 novel/cerita dan 1 buku motivasi atau pengembangan diri, terus target turun dari yang 1 minggu jadi 2 minggu, terus turun lagi jadi 1 bulan dan itupun udah setahun ini ngga tercapai ada aja alesannya, kalaupun ada waktu buat pegang buku/koran/majalah bawaannya males banget.. Parahnya beberapa buku dirumah masih dibungkus plastik, padahal pas beli napsu-nya selangit..

Jadi makin ngga jelas hobi saya tuh apa, dulu sih ngakunya baca, nulis dan masak tapi sekarang ketiga hal itu nyaris ngga pernah.. Sering pengen banget masak tapi kurang motivasi karena ngga ada yang dimasakin..:p Sekarang kalo ada waktu lebih suka kelayapan ngga jelas, nonton konser musik, malah sempat nonton badminton, ke bioskop, nongkrong di cafe atau restoran.. sok bergaya eksekutif muda banget deh.. Padahal sebenernya buka anak gaul juga.. Lebih sering baca berita dari BB, Chat, FB dan Twitter.. mungkin itu yang bikin buku ngga kesentuh.. Tapi sih sebenernya menikmati dan tetap bersyukur, kadang juga menganggap variasi hidup yang layak dan harus dinikmati.. Ditengah perasaan iri kalau melihat teman meluk anaknya dan bersandar di bahu suaminya, saya memang berusaha menikmati kebebasan yang masih saya miliki saat ini (ya.. saya manusia biasa kan punya cinta, rasa, benci, iri, marah dan lain-lain..) ~loh kok malah jadi curhat~

Sebenernya penting ngga sih punya hobby tuh? kalau manusia tanpa hobby itu sebenernya aneh apa ngga..? Jangan-jangan saya masuk dalam golongan manusia aneh.. Saya menyukai aktivitas baru, kalau menjalani aktivitas baru gairah saya muncul lagi, kadang jadi lebay, terus saya jalani sampai akhirnya bosan sendiri dan berenti, itu terjadi pada saya, apa mungkin itu ciri orang yang ngga konsisten.. tapi kalau masalah kerja, kewajiban dan komitmen sih InsyaAllah saya berusaha untuk selalu konsisten hanya saja kalau mengisi waktu luang yang ngga konsisten, belum lagi kalau malesnya kambuh ada juga PMS yang bisa jadi alesan 1 bulan sekali.. kalau udah males seharian malah bisa ngga ngapa-ngapain selain tidur ama makan.. dan kadang nyokap amaze ama gw yang bisa diem aja di rumah ngga ngapa-ngapain sampai mandi aja susah.. tapi bisa juga seharian keluar rumah ngga berhenti beraktivitas. 2 tahun kemarin semua waktu luang kepakai buat kuliah, belajar, bikin tugas sekarang udah selesai jadi sering bingung. Sabtu pagi lumayan ada kegiatan rutin 3 jam, setelah itu bingung ampe minggu.. seringnya kelayapan ngga jelas. Padahal begitu udah masuk senin hati dan pikiran langsung teriak  “Oh no! udah Senin lagi!” dan kembali beraktivitas rutin Senin hingga Jumat terjadi..

Sepertinya sekarang memang saya ngga punya hobby, makanya paling bingung kalau harus ngisi form yang ada isian hobby-nya apa..


Selasa, 21 Juni 2011

RABB, sedikit ingin berbincang dengan-MU..



Bismillahirahmanirrahiim...

22 Juni 2011


RABB, sedikit ingin berbincang dengan-MU hari ini melalui tulisan, semoga bisa menenangkan jiwaku yang sedang gelisah.. 2 bulan terakhir ini kenapa banyak kabar kepergian yang membuat aku berpikir lagi mengenai makna hidup dan kematian. TUHAN, saat aku melihat orang tua yang meninggal dunia, apalagi kalau sudah sakit sekian lama, meskipun tetap sedih tapi sepertinya hal itu mudah untuk aku terima, mudah untuk di-iklhas-kan, mudah untuk dipahami.. Beda hal-nya bila aku mendengar yang meninggal itu masih muda dan kemarin terlihat baik-baik saja.. Padahal semua ini milik-MU ya RABB.. Muda dan sehat tidak menjadi alasan untuk tidak KAU panggil, jika memang KAU menghendakinya, dan KAU pun tidak perlu banyak alasan untuk mengambil semua yang memang milik-MU, karena memang kepunyaan-MU..


Tapi aku memang selalu diajarkan bahwa sesuatu itu terjadi pasti ada hukum sebab-akibat, semua harus ada alasan yang jelas.. karena itu ya ALLAH maafkan aku jika aku sempat 'meragukan' dan mempertanyakan keputusan-MU, semua itu memang karena keterbasanku. Keterbatasanku untuk mengerti alasan-MU, rencana-MU yang katanya akan jauh lebih indah dari apa yang manusia bisa pikirkan.. Pada dasarnya sejauh yang aku ingat KAU memang tidak pernah menjanjikan bahwa hidup ini akan selalu indah, bahwa KAU akan penuhi semua keinginan.. tapi kenapa terkadang aku sering mendikte-MU bahkan dalam do'a yang katanya bisa menjadikan KAU dan aku lebih dekat..


Dalam kondisiku yang memang lemah dan dengan iman sangat terbatas aku terkadang marah dengan keputusan-MU yang tidak sesuai dengan mau-ku, padahal mungkin sebenarnya KAU yang paling berhak marah karena aku telah berani mendikte-MU, bahwa aku sering lupa bahwa aku dan semua ini adalah milik-MU.. Seharusnya mungkin aku selalu bisa menerima kesedihan seperti halnya aku bisa menerima kebahagiaan, menerima kematian seperti halnya aku menerima kelahiran, menerima kesulitan seperti halnya menerima kemudahan.. tapi kalau aku benar bisa begitu apa mereka masih menyebut aku "manusia"?

   
RABB, aku begitu yakin dan percaya bahwa semua yang terjadi dalam rencana-MU, bahwa KAU tidak mungkin menyia-nyiakan semua yang KAU ciptakan, bahwa semua kejadian dan pilihan yang KAU suguhkan pada kami adalah sarana buat kami untuk selalu belajar dan berkembang.. bahwa KAU begitu menginginkan kami memaknai dan memanfaatkan hidup ini dengan baik.. karena itu ya ALLAH.. Perencana yang Maha Sempurna.. bimbing aku untuk selalu mengambil langkah yang KAU suka.. jadi mahluk yang KAU cinta, kembali pada-MU kelak dengan suka cita..

  
Terima kasih ALLAH atas kepercayaan-MU melepaskan aku ke dunia yang fana ini, atas segala bentuk rejeki yang tidak pernah lupa KAU berikan di setiap detiknya, atas kesabaran-MU mendidik aku dengan berbagai peristiwa, atas ampunan-MU yang tidak pernah ada habisnya..

TUHAN, besok kita berbincang lagi ya..

 




Senin, 20 Juni 2011

HTS.. #Hubungan Tanpa Status#

Bismillahirahmanirrahiim..


20 Juni 2011



Udah lama nih ngga nulis.. :) baru dapet inspirasi lagi.. kemarin sempat twitteran sama seorang temen mengenai HTS singkatan dari 'Hubungan Tanpa Status', kayaknya asik juga buat dibahas.. Dulu juga sempat muncul istilah TTM atau 'Teman Tapi Mesra' atau apalah nama-nama lainnya yang sempat nge-trend.. Hubungan pria - wanita dewasa yang dekat memang sering menjadi rancu dan menimbulkan tanda tanya di lingkungannya, saya yang dulunya punya cukup banyak teman dekat pria sekarang menyadari kalau semakin lama memang keadaan tidak akan bisa seperti dulu lagi, keadaan dimana saya bisa berteman dengan bebas tanpa ada yang curiga, tanpa ada yang cemburu atau tanpa saling berharap. Manusiawi.. atau bisa jadi memang tuntutan lingkungan mungkin juga tuntunan umur..

'Status' HTS itu muncul bisa jadi disadari oleh yang punya hubungan atau bisa juga karena dimunculkan oleh lingkungannya.. Pria single dekat dengan wanita single di usia yang sudah siap berpasangan pasti akan mendapatkan dorongan dari lingkungan untuk segera meresmikan hubungannya, apapun bentuk hubungan itu.. entah pacaran atau biasa dikenal dengan istilah 'jadian', tunangan sampai akhirnya ke pernikahan.. Kayaknya gregetan banget deh kalau melihat pasangan pria-wanita single yang begitu akrab tapi menyebut diri mereka itu sahabat atau teman dekat..atau bisa jadi pelaku hubungan itu sendiri jadi merasa "ngga aman" sama hubungan yang sudah terjalin sedemikian dekat.. 

Saya pun seperti orang kebanyakan, tekadang merasa ngga nyaman dengan HTS tapi pada akhirnya saya pun menjalaninya dengan satu keyakinan bahwa hubungan pria single dekat dengan wanita single yang dapat dipertanggungjawabkan itu cuma satu, yaitu pernikahan.. kalau belum siap menikah pacaran atau HTS ngga ada bedanya kalau dilihat dari sisi tanggung jawab.. Beberapa hal yang bikin orang ngga mau HTS-an dan lebih memilih pacaran kalau berdasarkan yang saya rasakan:

  1. Hubungannya ngga jelas.. padahal apa yang jelas dari hubungan pacaran? jelas bisa mesra-mesraan? jelas bisa berantem? atau jelas bisa nuntut?
  2. Ngga bisa protes kalau dia jalan sama orang lain.. tapi emang jaminan ya kalau pacaran dia ngga akan jalan sama orang lain? dan kalaupun kita protes emang dapet apa?
  3. Ngga bisa marah kalau dia ngga nelp, ngga care, terlalu sibuk.. kalau dia memang menginginkan kita dia akan melakukan semua itu tanpa kita minta..
  4. Bisa ditinggalin gitu aja.. kalau pacaran emang ngga bisa ya? jelas bisa.. yang udah nikah aja banyak ko yang ditinggalin gitu aja.. padahal jelas-jelas pernikahan itu ada hukumnya dan ada hubungannya sama komitmen kita ke Tuhan..
Mungkin masih banyak lagi.. tapi yang harus diingat adalah enak atau engga enaknya itu pada dasarnya bisa dirasakan oleh kedua belah pihak.. Contoh takut ditinggalin? bisa jadi malah besok kita yang ninggalin kan.. kita ngga tau kan apa yang akan terjadi besok, kita berjodoh dengan siapa ketemu dengan cara apa, kita baru akan tahu sampai hal itu benar-benar terjadi.. Kembali ke hukum dasar, jodoh, rejeki dan maut di tangan Tuhan.. kalau jodoh ngga akan kemana.. Pacaran sebenarnya memang bisa menjadi latihan kita untuk berkomitmen sebenarnya, tapi ngga sedikitkan orang yang melakukan perselingkuhan saat pacaran bahkan saat sudah menikah.. Untuk saya pribadi, enaknya HTS tuh adalah sang pria tidak dengan mudah bisa nyentuh saya.. karena dia sadar sepenuhnya kalau saya belum jadi milik dia.. tapi kalau pacaran..baru jadian 2 hari aja udah berani megang tangan dan kadang khawatir berlanjut ke sentuhan yang lain saat pacaran memasuki 2 bulan terus 2 tahun.. Pacaran ngga bersentuhan? jujur kalau saya sih ngga pernah bisa.. saya ngga menyalahkan pihak pria karena terkadang keinginan itu muncul dari saya sendiri, makanya pacaran saya ngga ada yang bertahan lama, kecuali waktu saya kecil dulu.. saat kebutuhan manusia dewasa belum timbul dalam diri saya.. Karena itu setelah saya pikir lagi untuk saat ini (meskipun bukan pilihan yang enak), mungkin saya memang memilih HTS daripada pacaran..

Tuhan memang sudah merancang mahluk hidup untuk berpasangan, dan salah satu sifat dasar mahluk hidup adalah mempertahankan jenisnya dengan menghasilkan keturunan karena itulah kenapa hidup single di usia yang sudah cukup untuk menikah menjadi beban tersendiri. Beban itu datang dari diri sendiri ataupun dari lingkungan.. Keinginan saya untuk berpasangan masih ada dan semoga akan selalu ada, tapi saat ini saya mengusahakan hubungan yang memang benar mendapatkan ridho-Nya, yang memberikan saya ketenangan lahir batin, menjadikan setiap kebahagiaan, kesedihan, masalah dan perselisihan adalah ibadah.. Mungkin saat ini Tuhan belum menganggap saya siap memasuki gerbang pernikahan dan saya tetap akan sabar menunggu sampai saat itu tiba.. :) semoga..





Senin, 30 Mei 2011

Berpasangan Lebih Baik daripada Sendiri? Really..??!!

Udah lama ngga nge-blog.. entah kenapa beberapa hari ini tengah sibuk bersosialisasi dengan cara yang berbeda.. sedang sibuk membenahi hati dan perasaan yang sedang galau.. kalau ditanya masalahnya apa juga ngga bisa jelasin secara detail, tapi memang terasa ngga tenang, seperti ada pertanyaan yang tidak terjawab tapi bertanya pun sebenernya ngga berani..(bingung kan.. sama, saya juga). Mungkin akibat dari "kunjungan" saya ke Pengadilan Agama beberapa minggu terakhir yang bikin saya makin mengerutkan kening dan bertanya 'apa itu cinta?' 'apa itu komitmen?' 'apa itu rumah tangga?'.. mau sedikit sharing yang mudah-mudahan bisa jadi ventilasi bagi saya sendiri..

Karena satu kejadian saya harus datang ke Pengadilan Agama (PA), pastinya bukan untuk perceraian saya karena menikah pun saya belum kan.. dan semoga kelak jika saya akhirnya menikah saya tidak akan menyentuh yang namanya PA. Saya di panggil sebagai saksi untuk kasus perceraian, karena saya dianggap paling pas untuk salah satu gugatan yang diajukan.. ya intinya saya hanya harus menjelaskan kejadian yang melibatkan saya secara langsung.. Sebenarnya itu bukan hal yang sulit dan mungkin ngga jadi masalah.. tapi mungkin banyak yang ngga menyadari kalau itu sangat mempengaruhi jiwa saya. Saya sebagai wanita bekerja dengan usia yang dinilai sudah pantas untuk menikah (bahkan sudah pantas punya anak) menjadi bertanya pada diri sendiri dan mereka.. sebenarnya saya siapkah menikah kelak? Perlu menikah atau harus menikah?

Kasus perceraian di PA tempat saya datang kurang lebih 30 kasus setiap harinya (catat: itu baru satu PA!) dan konon katanya PA itu bukan termasuk PA yang ramai kasus.. 80% dari kasus perceraian dimiliki oleh pasangan dengan usia antara 25 - 35 tahun dengan usia pernikahan dibawah 10 tahun.. Kalau ditanya penyebab perceraiannya jawaban pertama bisa klasik "tidak ada kecocokan lagi" (terus kenapa sampai nikah?) walaupun di balik jawaban itu alesannya bisa seribu variasi dimulai dari masalah ekonomi, status, KDRT sampai masalah perselingkuhan. Pasangan muda berseliweran memasuki 4 ruang sidang yang tersedia, dengan muka para hakim yang tampak "eneg" dijejali kasus yang "serupa tapi tak sama" setiap hari.. Salah satu hakim anggota di ruang sidang yang saya masuki bahkan tertidur sewaktu kasus sedang dibicarakan..

Siapa sih yang salah kalau sampai ada 30 perceraian di satu PA setiap harinya? Pasangannya? Keluarganya?Mungkin ngga semua jadi benar-benar cerai, tapi katanya sebagian besar (80%) tetap bercerai meskipun tahapan mediasi harus tetap dilewati setiap pasangan apapun kondisinya.. Apa yang salah dengan menikah, apa yang membahayakan dari sebuah rumah tangga sampai-sampai banyak orang ngga betah berada didalamnya.. Mungkin salah ya kalau bayangan rumah tangga itu indah dan memberi ketenangan.. tapi kenapa Tuhan menciptakan kita berpasangan-pasangan yang katanya untuk saling melengkapi? kalau ternyata saat berdua masalah justru terasa bertambah? dan yang paling menyakitkan adalah saya sempat melihat anak kecil yang nangis karena harus hadir sebagai saksi kasus perceraian orang tuanya.. -sigh- gimana perkembangan jiwa anak itu nantinya, melihat orang tuanya saling membenci di saat dia butuh asupan cinta :(

Saya masih menyimpan keinginan untuk menikah walau saya jadi bertanya sepertinya itu karena dogma dan nilai sosial atau karena kebutuhan saya sebagai manusia..? atau karena niat ibadah aja? terlalu sok religius tampaknya.. Saya mencoba bergaul dengan seimbang, seorang teman kemarin bilang..'mencintai itu memang bukan untuk mendapatkan kebahagiaan, tapi untuk memberikan kebahagiaan, kalau dengan mencintai kamu mengharapkan dapat kebahagiaan itu berarti kamu belum mencintai tapi lebih tepatnya memanfaatkan' ~weits sadeesssh~

Ngga tau deh..ini tulisan ngaco, namanya juga orang galau...

Selasa, 26 April 2011

Karena Itu..

Tuhan, rasa ini bisa salah
Karena itu, aku bertanya pada-Mu
Aku menunggu jawaban-Mu
Saat rasa ini Kau benarkan
Saat rindu ini adalah ibadah
Saat aku dapat mencintainya dalam tenang

Tuhan, resah ini adalah pikiranku
Karena itu, aku mengadu pada-Mu
Aku menunggu petunjuk-Mu
Engkau yang Maha Mengetahui
Engkau yang Maha Menenangkan
Engkau yang Maha Menentukan
Pasrahkan aku pada jalan lurus yang Kau pilih

Tuhan, keinginanku bisa jadi nafsu
Karena itu, aku kembalikan pada-Mu
Aku menunggu ridho-Mu
Sewaktu bimbang meraja
Sewaktu ragu begitu mengganggu
Sewaktu aku tidak tahu harus berbuat apa
Bantu aku untuk tetap berada dalam jalan-Mu


Tuhan, temukan aku dalam istikharahnya
Tidak ada yang lebih indah selain dapat mencintainya dalam restu-Mu, dijalan-Mu
Pun seandainya ternyata Kau berikan dia yang lebih baik, buat pahit itu menjadi obat untukku..




*in the middle of the night.. when u still in my mind..

 (Friday, June 4, 2010)

Rabu, 20 April 2011

Di Hari Ini..

Di hari ini aku mengingatmu
Setelah beberapa lama mencoba melupakan..
Hingga akhirnya aku harus berdamai dengan diri sendiri
Tidak ada salahnya tetap ingat kamu..
Tidak akan mengubah keadaan, atas keputusan yg telah kita ambil..


Seharusnya melihat kamu bahagia adalah bagian dari kebahagiaanku..
Seperti halnya aku ikut menangis saat tahu kamu disakiti oleh dia..
Seandainya dulu aku berjuang lebih keras untuk kita..
Seandainya kamu mau lebih bersabar dan belajar..
Kita terlampau takut dengan kutukan dan kita terikat kuat dengan norma dan dogma..
Tapi memang percuma juga kita berandai-andai..
Tak perlu ada penyesalan karena semua memang proses pembelajaran..


Kamu sudah berada dijalanmu
Saat jalan itu kamu pilih maka kamu sudah tidak dapat kembali
Kamu terikat kuat dan aku tahu pasti kamu sangat taat



Aku masih mencari..
Tapi bukan mencari penggantimu
Karena kamu memang tak akan terganti
Ksatriaku pasti lebih baik dan menunjukkan pada aku cinta yang benar..
Mengajarkan aku cinta yang tumbuh atas ridho-Nya..


Di hari ini aku mengingatmu
Untuk melepaskan segala belenggu
Aku siap untuk perjalanan baru
Kali ini bahagiaku untukmu




**************



*ngelantur lagi deh gw.. :p


(Wednesday, March 3, 2010 )
picture taken from link